Yuk Simak Kopertais Jawa Barat-Banten Gelar Workshop Sosialisasi Bantuan Litapdimas

DOSEN adalah pendidik profesional serta ilmuwan dengan pekerjaan penting mentransformasikan, meningkatkan, serta menyebarluaskan ilmu dan pengetahuan, tehnologi, serta seni lewat pendidikan, riset, serta dedikasi pada warga.

“Bila kita seseorang dosen di perguruan tinggi, karena itu harus mempunyai harapan menjadi guru besar,” papar Kepala Subdit Riset serta Dedikasi pada Warga pada Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Dr. H. Suwendi, M.Ag.

Pengakuan itu dikatakannya dalam acara Workshop Publikasi Pertolongan Riset, Publikasi Ilmiah serta Dedikasi pada Warga (Litapdimas) Tahun Budget 2020 buat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) Kopertais Daerah II Jawa Barat serta Banten, di gedung Rachmat Djatnika, Universitas I, Jl. A.H. Nasution No.105 Cibiru Kota Bandung, Senin (8/7/2019).

Baca Juga : teks prosedur

Acara yang dibarengi 138 dosen di lingkungan Kopertasi Daerah II ini mendatangkan narasumber, Dr. H. Suwendi, M.Ag. serta Kepala Pusat Riset serta Penerbitan UIN SGD Bandung, Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag, yang dibantu oleh Wakil Koordinator Bagian Akademik, Drs. Nasihudin, M.Pd.

Menurut Suwendi, langkah untuk mendapatkan jabatan guru besar itu dengan lakukan riset serta publikasi ilmiah. Publikasi pertolongan Litapdimas, sambungnya,diinginkan bisa percepat tahap dosen untuk mendapatkan guru besar.

“Minimnya lakukan riset serta publikasi ilmiah yang dimuat pada jurnal bereputasi nasional, internasional jadi unsur terhambatnya dosen mendapatkan guru besar di perguruan tinggi,” tuturnya.

Dikatakannya, andil perguruan tinggi dalam kerangka penambahan daya saing bangsa, sebagai mandat Undang-undang Nomer 12 Tahun 2012 ini harus diusahakan serta direalisasikan dalam tiga peranan penting perguruan tinggi lewat tridharma perguruan tinggi, yaitu edukasi/pendidikan, riset serta dedikasi pada warga.

“Dari ke-3 dharma perguruan tinggi itu, pekerjaan riset di perguruan tinggi adalah satu diantara kontributor yang paling diinginkan dalam rencana wujudkan serta tingkatkan daya saing bangsa dalam hadapi globalisasi,” katanya.

Suwendi mengutarakan, program pertolongan Litapdimas ini mempunyai lima peranan, yaitu lakukan analisa yang berkualitas., penguatan jurnal serta publikasi ilmiah, ikut serta PTKI pada mendayakan warga, terjaminnya hak kekayaan cendekiawan dosen, serta menyinergikan program pemberdayaan wanita serta anak.

Simak Juga : contoh teks prosedur

“Itu penyebabnya kedatangan program bantun Litapdimas diinginkan berefek pada beberapa bagian. Pertama, akademik, yakni reproduksi imu, pengambangan wawasan ilmiah, sosiliasi hasil analisa berkualitas. Diluar itu, yang ke-2 jadi instrumen penambahan kompetensi dosen, serta penambahan jabatan fungsional dosen,” katanya.

Ketiganya, lanjut Suwendi, untuk legalisasi, kualitas, serta wibawa instansi. Ke empat, membuat kolaborasi serta koneksi di antara pengetahuan dengan keperluan ril warga, desiminasi kesadaran berkeadilan gender.

“Oleh karena itu, penambahan kualitas, transparansi serta akuntabilitas penerapan riset jadi kata kunci (keyword) yang peru diaplikasikan dalam semua kegiatan riset. Sampai ini hari, jumlahnya yang sudah lakukan pendaftaran terbagi dalam 417 reviewer, 14,013 periset, 17,048 proposal serta 84 kluster,” tuturnya.

Ketentuan penting pengusul pertolongan Litapdimas ini, jelas Suwendi, yaitu dosen pada PTKI, baik negeri atau swasta, mempunyai NIDN atau NUP, serta memilki Account pada Litapdimas.ng, serta ikuti mekanisme serta ketentuan yang berlaku.

Menurut dia, ada tiga mode dalam pertolongan Litapdimas ini, Pertama, riset. Untuk klaster riset yang ditawarkan pada tahun budget 2020 ini sejumlah 11 (sebelas) klaster serta 6 (enam) program simpatisan. Ke-2, Publikasi ilmiah. Pada tahun budget 2020, pertolongan publikasi ilmiah yang ditawarkan terbagi dalam 9 (sembilan) klaster serta 1 (satu) Program Simpatisan. Ke-3, Dedikasi pada warga. Pada tahun budget 2020, pertolongan dedikasi pada warga yang ditawarkan terbagi dalam 5 (lima) klaster pertolongan serta 2 (dua) klaster pekerjaan Simpatisan.

Prioritas riset

Sesaat Kapuslitpen LP2M UIN SGD Bandung, Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag, menerangkan, tema-tema riset prioritas tahun budget 2018-2028, yaitu Studi Islam yang mencakup: teks suci dalam agama-agama; syariah, hukum serta ketentuan perundang-undangan; peningkatan khazanah pesantren serta peningkatan pendidikan.

“Diluar itu, pluralisme serta keragaman yang mencakup: negara, agama serta warga; keragaman dalam etnis, budaya, soaial serta adat keagamaan,” kata pria yang akrab dipanggil Yudi.

Seterusnya, lebih Yudi, Intergrasi keilmuan yang mencakup: pendidikan transformatif; riwayat, arkeologi serta masuskrip; kesejahteran soasial dalam warga; peningkatan kedokteran serta kesehatan; lingkungan serta pengambangan tehnologi.

“Topik penting yang lain, yaitu perkembangan global yang mencakup: studi lokasi serta globalisasi, rumor gender serta ketrampilan, pengambangan ekonomi serta usaha berbasiskan Islam, generasi milenial serta desas-desus keislaman,” tuturnya.

Ditegaskannya, langkah awal yang perlu dikerjakan oleh dosen untuk memperoleh pertolongan Litapdimas ini yaitu selekasnya mendaftarkan jadi periset baru di web litapdimas.app. Selanjutnya, sambungnya, lengkapi profile serta ajukan diri untuk mendapatkan ID Litapdimas apa jadi periset, reviewer atau admin.

Yudi menjelaskan, untuk memberikan contok proposal, faksinya lakukan klinik proposal berjudul Digitalisasi Quran serta Hadis, Rumah Moderasi. “Semoga program pertolongan Litapdimas ini bisa mengingkatkan kualitas serta kualitas pendidikan Islammelalui riset, publikasi ilmiah, serta pengandian pada warga lewat Litapdimas,” ujarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s