Ketimpangan Pembangunan Manusia di Kalimantan

Ketimpangan pembangunan manusia di lokasi Kalimantan dipandang mulai mencemaskan. Ini tergambar dari angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang dikeluarkan oleh Tubuh Pusat Statistik (BPS). Dalam rasio IPM 0 sampai 100, Kalimantan Timur mencatat IPM paling tinggi di lokasi ini, dengan perolehan 75,12 pada tahun 2017. Hebatnya , IPM Kalimantan Timur adalah paling tinggi ke-3 sesudah Propinsi DKI Jakarta serta DI Yogyakarta.

Pada bagian lain,IPM Kalimantan Barat ada pada posisi buncit, cuma 66,26. Angka IPM ini sekaligus juga tempatkan Kalimantan Barat jadi propinsi terendah ke-5 dari semua propinsi di Indonesia. Deskripsi ini jelas tunjukkan berlangsungnya ketimpangan yang lumayan besar antar propinsi di Lokasi Kalimantan.

Kondisinya jadi lebih susah, sebab ketimpangan yang berlangsung makin tahun malah makin menganga. Tanda-tanda ini diperlihatkan oleh nilai simpangan baku dari IPM provinsi-provinsi di Kalimantan. Makin besar simpangan, makin besar juga gap yang berlangsung. Pada tahun 2015, simpangan baku IPM provinsi-provinsi di Kalimantan pada angka 2,79. Selanjutnya jadi membesar jadi 2,80 pada tahun selanjutnya. Keadaan paling akhir tahun 2017, simpangan baku ini melebar jadi 2,84.

Apa berarti ini semua. Pasti ada masalah besar yang ditemui dalam pembangunan manusia di Kalimantan. Bila dalam terminologi kemiskinan, diketahui slogan “Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin”,karena itu dalam pembangunan manusia di Kalimantan, analoginya jadi “Yang maju makin maju, yang ketinggalan makin tertinggal”. Faktanya jelas, IPM Kalimantan Timur yang nyata-nyata telah tinggi, tumbuh 0,71 % pada periode 2016-2017. Sesaat IPM Kalimantan Barat cuma dapat merayap pada angka perkembangan 0,58 %.

Mengurai Permasalahan
Bila disaksikan lebih dalam pada dimensi pembentuk IPM, yaitu kesehatan, pendidikan serta ekonomi, akan kelihatan tanda dari dimensi mana saja yang mempunyai peranan pada ketimpangan IPM yang berlangsung. Jadi ukuran untuk lihat ini, dipakai koefisien macam.Makin besar koefisien makin bermacam juga nilai tanda, yang bermakna makin berbeda tanda itu.

Tanda rata-rata lama sekolah serta keinginan lamasekolah nyatanya penyumbang paling besar ketimpangan IPM di pulau Kalimantan. Koefisien macam kedua-duanya semasing berharga 26,89 serta 15,53. Koefisien paling besar setelah itu tanda pengeluaran perkapita pada dimensi ekonomi sebesar 13,52. Sesaat tanda dari dimensi kesehatan berbentuk usia keinginan hidup cuma 2,91. Ini berarti ada ketimpangan yang lumayan besar dalam pembangunan manusia Kalimantan dari dimensi pendidikan serta ekonomi. Dari kedua-duanya, pasti segi pendidikan yang benar-benar mendesak untuk “diobati”.

Pendidikan yang Belum Rata
Dunia pendidikan memang masih jadi permasalahan besar di Kalimantan. Tidak cuma pada permasalahan penyediaan fasilitas serta sarana dari sekolah tersebut, tetapi pada segi bagaimana anak sekolah bisa terhubung service pendidikan. Sesaat permasalahan penting di atas belum usai, permasalahan lain “berteriak” untuk selekasnya dituntaskan. Belum juga bicara ketertarikan bersekolah si anak.

Ketimpangan dalam service serta akses pendidikan memang jadi permasalahan sulit. Kita akan temukan sekolah-sekolah di beberapa pelosok Kalimantan, yang kekurangan guru pendidik, kesusahan koneksi internet, terbatasnya terhubung buku-buku perpustakaan serta permasalahan kekurangan yang lain. Dari bagian si anak, masih ada anak umur sekolah yang dengan beberapa fakta tidak bisa serta ataukah tidak dapat meneruskan pendidikan yang tambah tinggi.Putus sekolah sama berarti dengan hentikan peluang buat si anak untuk perpanjang lama sekolah (years schooling) yang dipunyainya.

Fasilitas serta prasarana sekolah-sekolah di kota-kota besar serta ibu kota Kabupaten di Kalimantan dalam beberapa hal sangatlah mencukupi. Pemerintah pasti lakukan beberapa usaha untuk membuat pendidikan di Kalimantan. Animo tentu saja butuh diberi. Tetapi satu kali lagi penekanannya ialah permasalahan ketimpangan. Data BPS ini cukup memberi bukti. Rata-rata lama sekolah masyarakat umur 25 tahun ke atas di propinsi Kalimantan Barat baru sampai 7,05 atau sama dengan kelas 1 SMP. Sesaat masyarakat Kalimantan Timur jauh tambah tinggi yang hampir sampai kelas 1 SMA.

Waktunya Kalimantan Maju
Kalimantan dengan semua kekayaan alam yang dipunyai sebenarnya bisa tingkatkan kualitas pembangunan manusianya. Kalimantan Timur terhitung dalam kelompok propinsi yang dapat manfaatkan kekayaan alam yang dipunyai. Kekayaan yang dipunyai bisa dipakai seoptimal mungkin tingkatkan derajat masyarakat Kalimantan. Tentu saja bisa dimulai dari pendidikan yang memang lebih menekan. Mudah-mudahan arah pembangunan manusia yang diamanahkan oleh UNDP, yaitu berusia panjang serta sehat, berpendidikan dan hidup wajar buat masyarakat Kalimantan bisa terjadi. Selanjutnya nantinya ketimpangan IPM akan makin menyempit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s