Simaklah UangTidak Layak Di Kota Sorong Semakin Habis Ditarik Bank Indonesia

Kepala Perwakilan bank Indonesia Propinsi Papua, Naek Tigor Sinaga, lakukan penandatanganan perpanjangan kesepakatan pengendalian Kas Titipan Bank Indonesi Di Daerah Sorong, Biak Numfor, Timika serta Merauke, dengan pimpinan PT Bank Mandiri (Persero Tbk), kantor Cabang Sorong, Timika serta Biak dan pimpinan Bank Pembangunan Wilayah Papua, kantor Cabang Merauke sebagai pengelola Kas Titipan.

Acara penandatanganan perpanjangan kesepakatan pengendalian Kas Titipan bank Indonesi berjalan di swiss-belHotel kota Sorong Papua Barat, Jumat (2/8).

Simak Juga : jangka sorong

Penandatanganan kesepakatan pengeloakaan Kas Titipan ini adalah perpanjangan dari kesepakatan awalnya yang periode saatnya akan selesai dengan bertepatan pada 03 Agustus 2019 serta akan diperpanjang sepanjang 2 tahun ke depan.

Kas Titipan ialah pekerjaan penyediaan uang punya bank Indonesia yang diberikan pada satu diantara bank untuk memenuhi persediaan kas bank-bank dalam rencana penuhi keperluan warga di satu daerah tersendiri.

“Kota Sorong ini adalah satu diantara wilayah yang mungkin serta memang rotasi uang tinggi sekali, ini tercermin dari bagaimana uang-uang yang tidak wajar edar itu yang telah terserap dari kota Sorong,” tutur Kepala Perwakilan Bank Indonesia cabang Papua, Naek Tigor Sinaga, pada media selesai acara itu.

“Upaya kita dari bank Indonesia, tentu saja bagaimana supaya semua uang yang kita usahakan agar sejumlah besar uang-uang yang tersebar itu, ke warga dalam keadaan yang baik,” sambungnya.

Disebutkan satu diantara pekerjaan bank Indonesia, bagaimana mempersiapkan keadaan uang yang wajar edar di warga itu,” sambungnya.

Bank Indonesia, semenjak tahun 2018 sampai pertengahan tahun 2019 ini telah menarik uang yang tidak wajar edar dari kota Sorong sebesr beberapa ratus miliar rupiah serta itu yang kami ubah dengan uang yang baru.

Disebutkan, bank Indonesia telah droping seputar Rp700 miliar uang di ke-7 daerah di Papua serta Papua Barat serta telah ditarik seputar Rp1,6 triliun dari ke-7 daerah di Papua serta Papua Barat itu.

Sedang untuk kota Sorong sendiri, bank Indonesia sudah mensuplai plafon sebesar RP300 miliar uang baru di Kas Titipan di bank Mandiri Cabang Sorong serta adalah yang paling besar di semua bank titipan yang berada di Papua serta Papua Barat.

Artikel Terkait : rumus npv

Sesaat bank Indonesia sudah menarik uang tidak wajar edar dari bank titipan di kota Sorong semenjak 2018 lalu sebesar Rp400 miliar, serta di tahun 2019 ini, sampai pertengahan tahun BI sudah menarik uang tidak wajar edar sebesar tiga beberapa ratus milar, berarti sampai akhir tahun 2019 semakin lebih banyak dibanding tahun 2018 kemarin.

Kepala Bank Indonesia Cabang Papua Barat, Doni H Heatubun, menjelaskan
Penandatangan Perpanjangan Kesepakatan Pengendalian Kas Titipan Bank Indonesia ini untuk pastikan jika uang yang tersebar di warga itu benar-benar uang yang wajar edar.

Disebutkan, kedepan Kas Titipan di kota Sorong akan diarahkan pada Bank Indonesia cabang Papua Barat, yang awalnya diurus oleh bank Indonesia cabang Papua di Jayapura.

“Kedepan Kas Titipan di kota Sorong nanti akan diarahkan ke bank Indonesia cabang Papua Barat untuk diurus, dengan pertimbangannya jika kami bank Indoneaia di Manokwari jaraknya lebih dekat sama kota Sorong dibanding dengan Jayapura Papua,” papar Doni.

Ikut ada dalam acara itu, wali kota Sorong, Drs. Lambert Jitmau, MM, sekaligus juga melihat penandatanganan perpanjangan kesepakatan pengendalian Kas Titipan Bank Indonesi di daerah Sorong, Biak, Timika serta Merauke.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s