Beginilah Upaya Smamita Sidoarjo Sabet Juara 3 Inspection

Siswa SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) Sidoarjo memenangi arena Inspection (Instrumentation Paper Competition) . Perlombaan karya ilmiah tingkat Jawa Timur itu digelar oleh Fakultas Vokasi ITS Surabaya. Klub Smamita yg beranggotakan tiga orang siswa itu menyapu juara 3, dengan menyisihkan sekurang-kurangnya 150 klub lain di Jawa Timur.

Simak Juga : cara menghitung tetesan infus

Ke-tiga siswa itu yaitu Besar Krisna Wandana, Arsyita Intan Amalia, serta Amanda Reza Andriani. Mereka sebagai siswa kelas X IPA 1 Smamita. Ambil obyek medical technology, mereka bikin alat infus berbasiskan mikrokontroler serta sensor infrared. Alat itu bisa mengamati cairan infus kala dimanfaatkan terhadap pasien, dengan pancarkan gelombang nada kala cairan hampir habis.

Hebatnya, dalam menuruti arena itu, mereka menyediakan semua kebutuhan dalam kurun waktu 1 bulan. “Karena seiring dengan UTS, sampai mesti cerdas membagi waktu, ” kata Besar, Jumat (5/4) .

Gagasan bikin alat itu berasal dari penelitian mereka di internet. “Banyak berita terkait penyelewengan infus, lantaran terlambat ditukar, ” tambah Besar.

Mereka terus berinisiatif buat bikin alat itu agar dapat mendukung petugas kesehatan dalam menganti infus.

“Kalau hingga infus terlambat ditukar, darah pasien dapat naik keatas, ” sahut Arsyita.

Trik kerja alat itu termasuk simple. Harga murah. Cuma diperlukan modal Rp 170 ribu buat membuat. Dengan berikan sensor infrared dibawah botol infus, yg terkait dengan mikrokontroler atmega8. Alat itu bakal mengalkulasi banyaknya tetesan cairan infus yg di kaitkan dengan monitor kecil buat menghadirkan debet cairan yg ada.

“Satu botol infus bisa membuahkan lebih kurang 5. 600 tetesan, terkait dosis yg dikasihkan, ” tambah Arief.

Bahtiar Adi Saputra bertindak sebagai guru pembimbing mengakui suka dengan perolehan itu. Lebih disaat klub Smamita bisa tembus sesi final. “Dari 10 klub yg selamat final, Smamita memberikan tiga klub. Sayangnya yg mencapai juara cuma satu, ” ucapnya.

Klub dari Smamita pun menghadirkan karya power bank solar cell serta detector gempa bertenaga air. “Sebenarnya banyak karya dari banyak siswa yg bakal ikut serta. Akan tetapi ada batas jatah peserta, ” katanya.

Artikel Terkait : cara menghitung dosis obat

Pada April kelak, banyak siswa Smamita memiliki rencana menyelenggarakan pameran beberapa puluh perubahan terbarukan. Karya-karya asli siswa-siswi Smamita yg udah menuruti program Study Tur bakal dipamerkan. “Setiap siswa mesti bikin karya yg terjalin dengan perubahan modern, ” ucapkan Wakahumas Smamita Emil Mukhtar.

Penduduk Kota Delta dapat mengunjungi pameran itu. “Bisa sama sama berbagi berkenaan gagasan atau inspirasi. Siapa tahu siswa kami punyai animo buat mengembangkannya berubah menjadi karya fakta, ” katanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s