2 Polisi Ini Diduga Terpapar Radikalisme

Otoritas Prancis udah mengambil senjata dinas dari dua polisi atas pendapat terkena radikalisme. Ini dilaksanakan menyalip pembunuhan empat polisi minggu waktu lalu.

Pemeran pembunuhan dalam serangan 3 Oktober itu yaitu satu orang ahli IT kepolisian sebagai mualaf lebih kurang 10 tahun waktu lalu. Menurut banyak penyelidik, pria itu terakhir udah berubah jadi radikal.

Simak Juga : pangkat polisi

Buntut penusukan maut itu, Kementerian Dalam Negeri Prancis dalam dorongan buat memperjelas bagaimana faksinya membiarkan sinyal tanda peringatan dari satu orang pegawai yg udah beberapa tahun kerja di tempat kepolisian Paris, tempat ia menikam empat koleganya sampai meninggal dunia.
Sumber kepolisian Paris mengemukakan seperti ditulis kantor berita AFP, Sabtu (12/10/2019) , dua polisi yg ditarik senjata dinasnya, pun atas keragua-raguan kalau mereka udah berubah menjadi radikal. Tak dijelaskan ciri-ciri ataupun pangkat ke dua polisi itu.

Sumber itu memberi tambahan, salah di antara satu dari dua polisi itu bahkan juga terancam buat di-nonaktifkan.

Artikel Terkait : Kamus Bahasa Sunda

Didapati kalau semua polisi Prancis memanfaatkan pistol semiotomatis jadi senjata dinas.

Kementerian Dalam Negeri Prancis diadukan udah membuat suatu unit privat buat melacak peluang banyak radikal di kelompok pasukan keamanan negeri itu.

Media pers Le Parisien menyampaikan minggu ini kalau, 19 pegawai Kementerian Dalam Negeri sekarang ini tengah dalam pengawasan lantaran dikira terkena radikalisme.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s