Yuk Simak Indonesia Gandeng OECD Kembangkan Energi Baru Terbarukan

Buat tingkatkan usaha peningkatan Daya Baru, Terbarukan serta Konservasi Daya (EBTKE), pemerintah bekerja bersama dengan The Organisation For Economic Co-Operation and Development (OECD).

Hasil kerjasama ini berbentuk satu program bernama ‘Clean Energy Finance and Investment Mobilisation’ (CEFIM) yang diratifikasi di Jakarta pada Jumat (8/11/2019).

Simak Juga : organisasi internasional

Lewat info wartawan, CEFIM mempunyai tujuan menguatkan keadaan pemberdayaan domestik untuk menggerakkan investasi serta pembiayaan di bagian EBTKE. CEFIM akan memberi dukungan usaha nasional dalam pembangunan rendah karbon, dan memperkuat kerja sama bilateral serta multilateral.

Program ini dikerjakan di lima negara yang menyebar di Amerika Latin, Asia selatan serta Asia Tenggara, serta akan berjalan dalam periode 5 tahun yang diawali pada Januari 2019. Program ini di dukung dengan finansial oleh Pemerintah Denmark.

Simak juga: Biodiesel Jadi Jagoan dalam Penambahan Bauran Daya Terbarukan
CEFIM Mempunyai tiga kegiatan penting. Pertama, pantauan pembiayaan daya bersih serta investasi. Ke-2, pekerjaan simpatisan implementasi, dan yang paling akhir yaitu evaluasi dari negara lain yang sama dengan.

Program ini akan berperan pada implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), Paris Agreement, serta upaya-upaya yang lain dalam menggerakkan investasi serta pembiayaan daya bersih.

Artikel Terkait : kelompok sosial

Program CEFIM akan memperantai pembuat kebijaksanaan dengan bidang finansial serta swasta. CEFIM akan manfaatkan jaringan OECD yang luas, meliputi entitas pemerintahan serta negara maju, dan jalinan dengan pengembang project, industri daya bersih, perbankan, lembaga finansial internasional, serta organisasi internasional.

Keterkaitan pemangku kebutuhan adalah hal penting untuk mengidentifikasi ketidaksesuaian kebijaksanaan, rintangan serta jalan keluar buat menggerakkan investasi swasta di bagian daya bersih. Program ini akan dikerjakan lewat konsultasi yang dikerjakan pada level nasional atau internasional untuk menyambungkan investor internasional, pembuat kebijaksanaan, serta pemangku kebutuhan yang lain.

Dengan mengaplikasikan pendekatan kebijaksanaan, peraturan, serta pengerahan investasi dengan terpadu, Program CEFIM ini dibuat untuk fokus pada hasil. Diluar itu, lewat program ini akan dikerjakan penguatan serta kolaborasi kerangka kebijaksanaan, pengaturan pipeline proyek yang memberikan keuntungan seluruh pihak, serta pengerahan investasi di bagian daya bersih serta infrastruktur berkepanjangan.

Deputi Bagian Pengaturan Pengendalian Daya, Sumber Daya Alam, serta Lingkungan Hidup Kemenko Perekonomian Montty Girianna menjelaskan pemerintah mengerti ada banyak rintangan dalam peningkatan EBT. Salah satunya ialah permasalahan tempat, sosial, tehnis perizinan, peraturan serta permodalan.

Untuk pilihan pembiayaan EBT, berdasar Ketentuan Pemerintah (PP) No. 46 Tahun 2017 serta Ketentuan Presiden No. 77 Tahun 2018, pemerintah sudah membuat Tubuh Service Umum Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).

“Pembentukan tubuh ini diperuntukkan untuk mengumpulkan dana hijau [green fund] dari dalam negeri atau dunia internasional dengan proses yang cukup fleksibel, baik dalam soal penghimpunan, pendistribusian, atau pemakaiannya, dan juga berstandar internasional,” jelas Montty.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s