Yuk Simak Pelajaran dari Film “Ford Vs Ferrari”

Terhitung sejak mulai 15 November tempo hari, film Ford Versi Ferrari mulai muncul di bioskop. Film ini diaktori oleh Matt “Jason Bourne” Damon serta Christian “Batman” Bale.

Walaupun diaktori Si Jason Bourne serta Si Batman, film Ford Versi Ferrari ini bukanlah film action. Namun, dia lebih ke drama biografi yang ceritakan usaha Ford, satu diantara pabrikan mobil paling besar asal Amerika, turun di arena balap uji ketahanan Le Mans 24 Hours. Di Eropa, film ini memanfaatkan judul Le Mans 66.

Narasi dibuka di tahun 1963 kala Ford alami penurunan penjualan, satu diantaranya karena itu kalah beradu dengan Chevrolet yang disaat itu memercayakan Impala. Bos besar Ford Motor Company, Henry Ford II setelah itu menentang semuanya karyawannya, dimulai dari deretan eksekutif hingga pekerja pabrik buat dapat berikan gagasan buat dapat menambah kembali hasrat perusahaan.

Satu diantara anggota di deretan eksekutif Ford, Lee Iacocca setelah itu berikan usul biar Ford mulai menuruti kejuaraan balap. Akan tetapi, bukan balap unik Amerika seperti Nascar yang cuman muter-muter gak jelas. Namun balapan serius seperti yang kerap diikuti Ferrari, pabrikan Italia yang benar-benar kondang menghasilkan mobil berkecepatan tinggi.

Paham kalau Ferrari hampir kolaps, Iacocca setelah itu menganjurkan biar Ford mengakuisisi perusahaan yang dipunyai oleh Enzo Ferrari itu. Iacocca setelah itu diutus terbang ke Italia menjumpai Enzo.

Kala kehadiran Iacocca, Enzo setelah itu disodorkan proposal penawaran yang di ajukan Ford. Akan tetapi kelanjutannnya, Enzo menampik mentah-mentah penawaran Ford seusai paham Ferrari gak bakal ringan memperoleh izin buat turut dalam kejuaraan balap.

Kala memberikan penolakannya, Enzo sempat lemparkan banyak kata yang berbuat kurang sopan Ford. Perihal tersebut yang setelah itu diungkapkan Iacocca ke Henry Ford II yang sebabkan sang bos besar berang serta akan memutuskan Ford mesti turut dalam arena Le Mans 24 Hours, arena yang sekian tahun paling akhir dikendalikan Ferrari.

Ide itu setelah itu mengirimkan Ford memasukkan Caroll Shelby (Matt Damon) , eks rider juara Le Mans 1959 yang gak dapat turun balap lantaran soal kesehatan. Sesudah pensiun, Shelby konsen berubah menjadi perancang juga sekaligus penjual mobil balap.

Shelby berkawan baik dengan Ken Miles (Christian Bale) , seseorang rider asal Inggris yang berkarier dalam kejuaraan balap di Amerika. Gak cuman jago di track, Miles juga mendalami terkait mesin. Kapabilitas yang membuat begitu diyakini Shelby dalam bangun mobil balap. Shelby serta Miles setelah itu pundak membahu bekerja sama-sama bangun mobil yang bakal dimanfaatkan Ford di Le Mans 24 Hours tahun 1965.

Baca Pun : Paterson : Berpuisi serta Berubah menjadi Biasa Saja Tidaklah Soal
Seusai lewat pelbagai usaha giat, nyata-nyatanya Miles gak memperoleh restu dari pejabat Ford buat turun di Le Mans 24 Hours. Karenanya nyata-nyatanya ada satu diantara bos di perusahaan yang benar-benar gak menggemarinya. Ia yaitu pemimpin Divisi Balap Ford bernama Leo Beebe. Ford selanjutnya lebih menentukan memanfaatkan rider lain sesuai sama yang dikehendaki Beebe.

Simak Juga : contoh biografi

Dalam film, Beebe di ceritakan sangat sentimen pada Miles yang dinilai urakan serta sulit dirapikan. Sebegitu sentimennya Beebe pada Miles seperti membutakan matanya kalau Miles yaitu orang yang paling berjasa dalam peningkatan mobil balap yang bakal dimanfaatkan Ford di arena Le Mans 24 Hours.

Dalam suatu peluang, Miles memang sempat menilai Beebe kala acara peluncuran Ford Mustang di tahun 1964. Menurut Miles, Mustang yaitu mobil yang payah dengan cara perform. Shelby sendiri gak dapat banyak berbuat melawan ketentuan Beebe. Kelanjutannnya, Miles gak disertakan serta Ford tidak sukses keseluruhan di Le Mans 24 Hours 1965.

Henry Ford II yang berang besar setelah itu memohon pertanggung jawaban dari Shelby. Shelby setelah itu memperjelas walaupun tidak sukses, mobil yang diciptakan Ford sesungguhnya udah tambah cepat dari Ferrari. Shelby pun menekankan Ford sesungguhnya dapat menang apabila memanfaatkan rider yang pas, siapa bila bukan Miles.

Seusai dengar ketentuan Shelby, Henry Ford II masih berikan keyakinan. Shelby serta Miles setelah itu kembali pundak membahu serta kerja keras bangun mobil buat mendukung Ford memenangi Le Mans 24 Hours.

Akan tetapi kelanjutannnya, Miles kembali gak disarankan jadi rider yang pantas jadi wakil Ford, kembali lantaran tingkah Beebe. Walaupun sebenarnya, Miles udah mengerahkan semua upaya serta jerih payahnya dalam peningkatan mobil balap Ford. Dalam sebuah tes, Miles bahkan juga sempat alami kecelakaan serta terbakar. Untung, busana balap yang dipakainya selamatkan nyawanya.

Artikel Terkait  : teks biografi

Tidak sama dengan awal mulanya, kesempatan ini Shelby mengerahkan semua usaha biar Miles di ambil berubah menjadi rider yang jadi wakil Ford di Le Mans 24 Hours, termasuk juga mengusahakan menekankan langsung ke Henry Ford II dengan lumayan ekstrim. Henry setelah itu menyetujuinya. Akan tetapi dengan prasyarat, Miles bisa menang lebih dahulu di Daytona 24 Hours.

Di Daytona 24 Hours, di ceritakan bagaimana Beebe mengusahakan keras mengganjal Miles. Akan tetapi kelanjutannnya, Miles bisa jadi pemenang lomba. Sesuai sama perjanjian, Miles punya hak jadi wakil Ford di Le Mans 24 Hours tahun 1966.

Baca Pun : Taring Babi, Populasi Punk yang Berikan Buah pikiran
Di Le Mans 1966, kelanjutannnya Miles bisa menundukkan rider Ferrari di pertengahan balapan. Akan tetapi kala udah di ujung kemenangan, Miles melawan soal yang benar-benar berubah menjadi perseteruan khusus di film ini, ialah ketidaksukaan Beebe padanya. Gara-gara tipu muslihat dari Beebe, Miles tidak sukses memperoleh kemenangan yang mulainya udah di muka mata.

Saya tak akan ceritakan terperinci apa yang dilaksanakan Beebe. Supaya yang belum lihat masih miliki rasa ingin tahu buat saksikan film Ford Versi Ferrari langsung. Walau mungkin ada pembaca yang udah lihat.

Akan tetapi yang pastinya, di film ini, kita bakal diunjukkan begitu liciknya Beebe yang senantiasa mengusahakan mengganjal Miles. Walaupun culas, Beebe yaitu orang yang miliki tempat serta udah terlanjur berubah menjadi orang keyakinan Henry Ford II. Sampai sang bos besar lebih mengakui semua perkatannya. Di lain bagian, Miles cuma seseorang rider yang gak punyai tempat serta jabatan penting di Ford.

Pesan akhlak yang dapat diambil dari film Ford Versi Ferrari ini yaitu, usaha giat yang dilaksanakan seorang tak akan bermakna apa-apa apabila dia udah gak digemari bos yang membawahi pekerjaan itu. Seperti interaksi di antara Miles serta Beebe.

Pesan akhlak yang lain dedikasi besar yang dtunjukkan Miles dalam menuntaskan pekerjaan yang udah dipercayakan padanya. Dalam suatu adegan, ada di ceritakan bagaimana Miles terus mengusahakan melakukan perbaikan kekurangan di mobil balap Ford, meski dia telah mengetahui tak akan disertakan di Le Mans 24 Hours.

Eratnya pertemanan di antara Shelby serta Miles bisa juga jadikan contoh. Suatu pertemanan sejati yang kebanyakan gak terlepas dari ada perseteruan. Namun diakhiri dengan cara terbuka tiada sama sama menjelek-jelekkkan di belakang.

Dalam film Ford Versi Ferrari di ceritakan Shelby serta Miles yang sempat berantem, serta dalam sebuah peluang Miles berkesempatan memukul terhadap Shelby dengan kaleng. Akan tetapi, Miles gak tega menabok kepala sahabatnya itu dengan kaleng serta menentukan menggantinya dengan roti. Dalam film Ford Versi Ferrari pun di ceritakan bagaimana Shelby gak sempat lupakan kehadiran Miles. Walau dia bisa jadi punya sikap saat bodoh serta ikuti apakah saja niat banyak pejabat Ford.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s