Ini Dia Dampak Perang Dagang AS-China ke Reksadana

Perang dagang yang terus berkecamuk di antara dua raksasa ekonomi Amerika Serikat (AS) serta China yang berawal semenjak awal 2018 lalu nyatanya masih bersambung sampai sekarang.

Bukan sekedar sama-sama melempar intimidasi, ke-2 negara itu sama-sama memutuskan biaya bea masuk untuk export import antar negara. Lalu, bagaimana dampak dari perang dagang pada investasi reksadana?

Simak Juga : reksadana adalah

Perang dagang pada intinya ialah penentuan biaya atau bea masuk pada barang import dari satu negara. Umumnya ada 3 arah penentuan biaya ini yakni untuk menghalangi import barang/layanan luar negeri, membuat perlindungan barang/layanan produksi dalam negeri, serta atau meningkatkan penghasilan pemerintah dari pajak.

Pengenaan biaya atau bea masuk sebetulnya adalah praktik yang wajar dalam perdagangan internasional. Seperti bea masuk atas barang elegan, minuman mengandung alkohol, bahan baku yang ada di negeri serta yang lain. Hal tersebut jadikan barang dari satu negara tambah murah dibeli di negara aslinya dibanding harga saat telah di-import.

Tetapi sebagai persoalan yakni jika satu negara merasakan keberatan atas biaya bea masuk import yang diputuskan negara lain pada produknya. Keberatan itu bisa direspons berbentuk protes, perantaraan di pengadilan arbitrase internasional, atau bahkan juga pembalasan berbentuk pengenaan bea masuk kembali.

Efek Perang Dagang

Memiliki status jadi negara dengan ekonomi paling besar di dunia, perang dagang di antara AS serta China pasti bukan sekedar berefek pada ekonomi ke-2 negara yang berkaitan, tetapi memunculkan dampak domino buat ekonomi negara lain sampai ke pasar keuangan global.

Jadi contoh, turunnya keinginan serta harga komoditas seperti batu bara sebab China adalah importir serta customer paling besar di dunia. Buat Indonesia, batu bara adalah satu diantara komoditas jagoan export hingga membuat defisit neraca perdagangan melebar.

Di lain sisi, perang dagang dapat melebar jadi perang mata uang. Dimana dalam rencana jaga daya saing produk ekspornya, nilai ganti mata uang negara itu alami pelemahan (depresiasi).

Entahlah disengaja ataukah tidak, saat nilai ganti renmimbi (RMB) atau yuan China melemah dari seputar level 6 yuan koma-an jadi 7 yuan per 1 dolar AS, Negeri Paman Sam menuduh Negeri Panda jadi manipulator mata uang.

Sampai sekarang, belumlah ada tanda-tanda jelas kapan perang dagang ini akan berkurang. Pergantian hasil perundingan dari yang awalnya baik dapat menjadi jelek serta sebaliknya dalam hitungan minggu bahkan juga hari. Perubahan tentang sikap Amerika Serikat dapat disaksikan dari beberapa cuitan Presiden AS Donald Trump di account Twitternya.

Pasar Modal serta Reksadana

Apa perang dagang mempunyai dampak ke pasar modal? Jawabannya dengan cara langsung tidak. Karena dana asing yang masuk serta keluar dari Indonesia untuk investasi saham serta obligasi sebagai asset basic reksadana tidak dipakai biaya bea masuk atau bea keluar.

Kapasitas IHSG serta obligasi semakin banyak dikarenakan oleh hal yang sifatnya mendasar seperti kapasitas neraca keuangan emiten, suku bunga serta keadaan likuiditas global.

Merujuk ke indeks reksadana Bareksa, semenjak awal tahun sampai penutupan perdagangan Kamis. 15 Agustus 2019 reksadana penghasilan masih tetap jadi yang paling depan dengan kenaikan 6,09 % year to date (YtD).

Tempat ke-2 dihuni reksadana kombinasi (4 % YtD), di tempat ke-3 reksadana pasar uang (3,09 % YtD), serta paling akhir reksadana saham (-3,07 % YtD).

Artikel Terkait : Persekusi adalah

Bila disaksikan dengan teori, keadaan kapasitas neraca keuangan yang bertambah dibanding tahun awalnya, suku bunga yang alami penurunan, serta atau kebijaksanaan likuiditas yang longgar, akan berefek positif pada kapasitas produk investasi. Sebaliknya, saat kapasitas neraca keuangan alami penurunan, suku bunga naik serta atau kebijaksanaan likuiditas yang ketat, akan berefek negatif.

Dampak dari perang dagang lebih berbentuk sentimen serta memengaruhi tingkah laku investor reksadana. Perang dagang yang berlarut-larut membuat investor merasakan tidak nyaman hingga pilih produk yang lebih aman seperti reksadana terlindungi, reksadana pasar uang, atau bahkan juga mengumpulkan emas.

Hal tersebut tidak salah, harus disadari memang kapasitas reksadana khususnya yang berbasiskan saham kurang demikian baik dalam 2-3 tahun paling akhir ini. Diluar itu, investor dapat juga lakukan penganekaragaman investasi ke sejumlah type reksadana yang berlainan seperti reksadana pasar uang, reksadana kombinasi atau reksadana berbasiskan dolar AS.

Buat investor dengan profile agresif (menyukasi efek) yang suka dengan reksadana saham, tidak hanya aksi trading dengan aktif, dapat memperhitungkan untuk berinvestasi periode panjang serta memberi peluang pada manager investasi.

Karena pada hakekatnya investasi reksadana saham ialah investor memercayakan dana serta manager investasi yang lakukan pengendalian dengan aktif untuk memperoleh hasil maksimal dalam periode panjang.

Reksadana ialah wadah untuk mengumpulkan dana dari warga pemodal (investor). Dana yang sudah terkumpul itu nanti akan diinvestasikan oleh manager investasi ke beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana disimpulkan jadi satu diantara pilihan investasi buat warga pemodal, terutamanya pemodal kecil serta pemodal yang tidak mempunyai banyaknya waktu serta ketrampilan untuk mengalkulasi efek atas investasi mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s